Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Nyanyian pengajaran Daud, ketika orang Zifi datang mengatakan kepada Saul: “Daud bersembunyi kepada kami.” Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu! Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku! Sebab orang-orang yang angkuh bangkit menyerang aku, orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku; mereka tidak mempedulikan Allah. S e l a Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Biarlah kejahatan itu berbalik kepada seteru-seteruku; binasakanlah mereka karena kesetiaan-Mu! Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya TUHAN. Sebab Ia melepaskan aku dari segala kesesakan, dan mataku memandangi musuhku.
Mazmur 54:1-9
Kita tahu apa yang sedang Daud alami saat itu. Daud dalam keadaan mendesak, bahkan tidak ada tempat lain yang bisa meluputkannya dari bahaya kejarannya sih Saul. Dalam kesesakan yang di alami oleh Daud, hanya satu yaitu berharap kepada Tuhan. Harapan satu-satunya adalah hanya Tuhan. Dalam pengharapannya kepada Tuhan, Daud datang dan berseru minta pertolongan kepada Tuhan dalam ayat (3-4)
Daud ketika dalam kesesakan bukannya cari orang yang hebat untuk minta perlindungan, atau pergi lari ke bangsa-bangsa lain untuk meminta bantuan kepada mereka. Tetapi Daud malah duduk di kaki Tuhan dan hanya berseru kepada Tuhan, karena Daud mengenal siapa Tuhannya dan Daud tahu bahwa hanya di dalam Tuhan saja ada harapan. Daud juga memiliki suatu keyakinan penuh kepada Allah dalam ayat 6-9. Di dalam ayat ini kita dapat melihat bahwa Daud punya satu keyakinan yang penuh bahwa Allah akan meluputkannya dan tidak ada satu keraguan dalam dirinya. Tetapi Daud berserah penuh hanya kepada Tuhan. Berserah penuh kepada Tuhan itu artinya bahwa kita percaya secara total bahwa Tuhan menjamin keselamatan atas hidup kita.
Dalam kehidupan ini ada banyak sekali badai hidup yang terjadi yang kita alami. Tidak ada satu manusia pun yang tidak mengalami persoalan masalah dan lain sebagainya. Tetapi bagaimana respon kita terhadap masalah tersebut. Apakah kita berharap hanya kepada Tuhan ataukah kita malah menghindar dari Tuhan. Itu kembali kepada diri kita. Dan satu pesan bahwa berharaplah terus kepada Tuhan dan jangan pernah lupa untuk terus bersekutu dan mencari hadirat-Nya.