Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup! Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap.”Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup, supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api, yang memakannya habis dengan tidak ada yang memadamkan bagi Betel.
Amos 5:4-6
Nabi Amos memberikan suatu teguran yang sangat tegas kepada bangsa Israel bahwa mereka harus mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dalam kisah ini di mana bangsa Israel seringkali berubah setia kepada Tuhan. Bangsa Israel seringkali menyakiti hati Tuhan dengan mencari allah lain, sehingga Tuhan memerintahkan kepada nabi Amos untuk menyampaikan kepada bangsa Israel bahwa jika mereka mencari Tuhan, carilah Tuhan dengan sungguh-sungguh. Tuhan sangat tegas sekali bahwa carilah Tuhan maka engkau akan hidup ini menjadi suatu peringatan bahwa yang memberikan suatu kehidupan itu adalah Tuhan, selain dari pada Tuhan itu hanya sebuah kesia-sian belaka yang tidak bertahan lama. Terbukti dalam ayat 5c di mana Tuhan mengatakan Betel, Gilgal atau berhala apapun itu adalah sifatnya sementara dan itu hanyalah benar-benar ketiadaan, yang artinya tidak ada. Ketertarikan dengan suatu hal yang sementara itu memang sangat menarik, tapi itu tidak ada artinya sama sekali karena akan membawa kepada kematian yang kekal saja dan tidak mampu menyelamatkan hidup setiap manusia.
Maka dari itu carilah Tuhan dengan kesungguhan hatimu, sebab kerohanian sejati seseorang tidak akan ada jikalau tidak disertai dengan tindakan dan keinginan akan kebenaran. Sebuah kebenaran tidak pernah berubah dan gak hilang tapi kalau tidak memiliki keinginan untuk memilikinya maka gak akan pernah untuk mendapatkannya. Nabi Amos benar-benar tegas mengajak umat Tuhan untuk berbalik dan sungguh-sungguh mencari kebenaran sejati itu untuk memperoleh hidup.
Kehidupan ini yang penuh dengan berbagai hal yang semakin hari semakin banyak hal yang menawarkan kita kesenangan yang sesaat itu. Agar iman dan kerohanian kita tidak goyah maka perlu adanya kesungguhan dalam mencari kebenaran dan memegang kebenaran itu sebagai suatu hal yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Dan tidak gampang menoleh ke kiri dan ke kanan tetapi fokus pada suatu tujuan untuk memiliki kebenaran yang sejati itu di dalam kehidupan kita, memang itu tidaklah gampang tetapi itu harus di lakukan karena itu adalah sebuah hal yang membawa kita kepada kehidupan yang kekal.