Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
Matius 6:11-12
Pendahuluan: Didalam Doa Bapa kami memuat dua kebutuhan besar manusia yakni; kebutuhan yang berkaitan dengan Allah (Rohani) dan kebutuhan yang berkaitan dengan dirinya sendiri Jasmani. Lalu mengapa kita harus berdoa untuk semua kebutuhan kita? Bukankah Ia Maha Tahu? Kalau Ia Maha Tahu mengapa Ia tidak segera menolong? Untuk apa kita meminta kepada-Nya lagi? Semua jawaban itu adalah karena Tuhan sendiri yang menyuruh kita berdoa. Ada banyak hal dalam hidup ini yang Tuhan berikan walau kita tidak berdoa. Tapi ada banyak hal juga dalam hidup ini yang Tuhan mau berikan jika kita berdoa lebih dahulu. Mengenai soal kebutuhan untuk diri sendiri dalam Doa Bapa Kami ada tiga kebutuhan.
- Kebutuhan soal makanan. Ayat 11 berkata, “Berikanlah kepada kami makanan kami yang secukupnya” Kata berikanlah menunjukkan arti bahwa Tuhan adalah sumber persediaan satu-satunya untuk segala sesuatu yang kita butuhkan. Tuhan selalu ada untuk memenuhi kebutuhan setiap orang percaya. Karena kita tahu bahwa Tuhan adalah sumber segala sesuatu, harusnya itu membuat hidup kita selalu bergantung pada-Nya. Allah bisa memenuhi segala kebutuhan kita lewat sarana-sarana yang sudah tersedia. Ia pun sanggup memenuhi kebutuhan kita pada waktu-Nya. Kata makanan dalam bahasa Yunaninya lebih tepat diterjemahkan roti. Roti digunakan untuk makanan penopang fisik maupun untuk makanan rohani (Firman Tuhan juga disebut roti). Artinya; roti melambangkan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia dalam hidup. Saudaraku, apapun kebutuhanmu, Tuhan adalah sumbernya bergantunglah dan berdoalah pada-Nya. Kata secukupnya, mengindikasikan biarlah Tuhan yang memenuhi kebutuhan kita sesuai kehendak Tuhan sendiri. Hal ini menolong kita untuk tidak serakah. Tuhan akan beri secara adil sesuai dengan porsi kita masing-masing.
- Kebutuhan untuk mengampuni dan diampuni. Ayat 12 menunjukkan bahwa sesungguhnya manusia memiliki kebutuhan untuk diampuni dan mengampuni sesamanya. Ayat tersebut juga menjelaskan bahwa sesungguhnya tiap-tiap hari kita membutuhkan pengampunan dari Allah. Dalam hidup ini konflik tidak bisa dihindari seratus persen. Kita bisa mengerti secara salah tentang orang lain, kitapun bisa disalahmengerti oleh orang lain. Dalam keadaan demikian kita cenderung untuk saling menyakiti, baik itu secara sadar maupun secara spontan. Apabila kita sampai dalam keadaan demikian, maka yang kita butuhkan adalah penyelesaian. Dalam penyelesaian sangat dibutuhkan kesediaan dan kemampuan untuk saling mengampuni dan diampuni. Setelah penyelesaian kita merasa seperti mendapat kekuatan baru, karena sebagian kebutuhan kita dipuaskan. Sebagian beban kita dilepaskan. Dengan cara demikian setiap orang Kristen merefleksikan pengampunan yang telah ia terima dari Allah. Kebencian, kepahitan, amarah, dendam sangat menyita waktu dan tenaga kita. Mintalah Tuhan menolong agar konflik yang kita alami diselesaikan dalam Kristus. Kita perlu terus belajar untuk mengampuni dan diampuni karena inilah kehendak Tuhan bagi kita. Inilah yang Tuhan mau bahwa orang yang sudah menerima pengampunan-Nya mau mengampuni sesamanya. Untuk menjadi berkat bagi orang lain, tapi juga untuk menjadi berkat bagi dirinya sendiri. Ada waktunya pengampunan Allah tidak bisa kita rasakan sepenuhnya sebelum kita mengampuni sepenuhnya sesama kita.
Jadi melalui dua permintaan ini Allah mau agar kita sadar bahwa Tuhan adalah sumber segala kebutuhan kita, baik itu soal makanan dan pengampunan. Mari kita bergantung pada Allah dan merefleksikan kasih Allah dalam menghadapi semua kebutuhan kita. Amin.