Yohanes 14:23-24
“Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dn Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak akan menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus aku.”
Apakah kita sudah benar-benar mengasihi Dia? Ketika mengasihi seseorang pastilah ada tindakan jelas yang menggambarkan apakah orang ini benar-benar mengasihi atau tidak. Apabila seseorang memiliki pasangan dan ia memang mencintai atau mengasihi pasangannya itu maka ia akan melakukan segala sesuatu yang bisa menyukakan hati dari pasangan yang ia kasihi itu. Seperti misalnya ketika ia tahu bahwa pasangannya tidak suka nonton bioskop larut malam, maka seringkali yang dilakukan orang tersebut adalah menuruti kemauan dari pasangannya meskipun sebenarnya ia sangat menyukai nonton bioskop larut malam. Atau ketika pasangannya sedang sakit ia akan mengusahakan bagaimana caranya agar ia bisa mendapatkan obat dan kemudian menjadi sehat kembali, meskipun pada saat itu ia sedang sibuk. Banyak hal lainnya yang bisa menunjukkan sikap bahwa orang tersebut mengasihi pasangannya dengan tidak melakukan apa yang tidak disukai oleh pasangannya dan lain sebagainya.
Hal yang sama berlaku terhadap hubungan kita dengan Tuhan. Terkadang seseorang berkata bahwa ia sudah mengasihi Tuhan padahal sama sekali tidak ada tindakan nyata yang dia perbuat. Yesus sudah mengatakan dalam firman-Nya bagaimana ciri-ciri dari orang uang mengasihi-Nya. Ia mengatakan bahwa orang tersebut akan menuruti firman-Nya. Menuruti Firman-Nya ini menandakan bahwa kita melakukan segala sesuatu yang Ia senangi dan tidak melakukan apa yang Ia tidak suka, meskipun sebenarnya dosa memang enak untuk dilakukan. Karena apabila dosa tidak enak untuk dilakukan mengapa manusia bisa jatuh dan sulit untuk lepas dari dosa meskipun sudah mengetahui apa yang menjadi konsekuensinya?. Sebenarnya ketika kita menuruti apa yang di firmankan oleh Yesus kita juga sedang menuruti apa yang sedang diperintahkan oleh Bapa. Jika kita tidak bisa mengasihi Yesus dengan melakukan kehendak-Nya maka sebenarnya kita juga tidak mengasihi Bapa.
Ketika kita mengasihi Dia pastilah kita akan mendapatkan hal baik untuk diri kita yaitu Yesus dan Bapa juga akan mengasihi kita dan mereka akan tinggal bersama dengan kita. Maka dari itu marilah kita merenungkan apakah benar kita sudah mengasihi Yesus? Apakah kita masih hidup semaunya kita saja tanpa memedulikan perasaannya namun tetap berkata bahwa kita mengasihi-Nya?