Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.
Hosea 6:1-6
Dari kisah ini dimana Allah menegur dan menasehati bangsa Israel agar bertobat dari cara hidupnya yang sia-sia. Bangsa Israel itu berbalik dari Allah dan menyembah berhala dan pada akhirnya ketika malapetaka datang kepada mereka. Maka bangsa Israel bersepakat atau berpura-pura datang kepada Allah dan mau bertobat. Padahal pertobatan yang dimiliki oleh bangsa Israel adalah pertobatan yang pura-pura saja dan bukan pertobatan dari hatinya untuk meninggalkan perbuatannya yang menyakiti hati Tuhan. Namun hanya pertobatan yang sementara agar Tuhan tidak menimpakan malapetaka atas hidup bangsa Israel, sehingga dalam pasal ini Tuhan menegur mereka bahwa lebih baik kesetiannya dan pengenalan yang benar akan Tiuhan itu ada daripada harus berpura-pura bertobat padahal tidak demikian. Bangsa Israel berpikir bahwa jika kita kembali kepada Tuhan maka pastinya Tuhan akan mengampuni dan menyelamatkanku dari malapetaka yang ada dan bangsa Israel berpikir bahwa pertobatan yang pura-pura itu disukai oleh Tuhan. Namun paradigma bangsa Israel tentang Allah itu salah. Allah tidak menyukai pertobatan yang sekedar omong kosong belaka dan persembahan yang sia-sia yang tidak dibarengi dengan pertobatan yang sungguh-sungguh. Makanya Allah pada ayat yang terakhir mengatakan sebab Aku lebih menyukai kasih setia, dan bukan korban sebelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih baik daripada korban-korban bakaran. Allah sangat menyukai pengenalan yang benar akan Allah daripada kepura-puraan dihadapannya dan jangan memakai topeng dihadapan Tuhan, karena Tuhan tidak menyukai orang yang memakai topeng dan berpura-pura dihadapannya. Allah sangat senang atau suka kepada orang-orang yang tulus dan tidak ada embel-embelnya dihadapan Tuhan.
Demikian kita dihadapan Tuhan, Tuhan ingin kehidupan kita benar-benar diberikan kepada Tuhan. Tuhan ingin ketika kita datang kepadanya dengan segala ketulusan hati kita dan bukan ada maunya saja baru mau datang kepada Tuhan dan berpura-pura menjadi orang yang sok rohani untuk dilihat oleh orang lain, padahal sebenarnya tidak demikian. Jangan menjadi Kristen KTP saja yang artinya Kristen tanpa pertobatan. Apapun yang dilakukannya kalau tidak ada yang nama nya pertobatan dalam diri kita. Itu sama saja yang artinya tidak ada gunanya dan hanya sebagai identitas ajah menjadi orang Kristen. Maka dari itu perlu yang namanya topeng kita yang masih melekat dalam diri kita. Kita tinggalkan atau di buka, supaya semuanya nampak dihadapan Tuhan dan benar-benar kita merindukan Tuhan setiap hari dalam kehidupan kita dan tidak menjadikan Tuhan sebagai pelarian saja.