Keluaran 33:1-3
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah, berjalanlah dari sini, engkau dan bangsa itu yang telah kaupimpin keluar dari tanah Mesir, ke negeri yang telah Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu – Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu dan akan menghalau orang Kanaan, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus – yakni ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan.”
Hanya karena kemurahan Tuhan Israel tidak dibinasakan-Nya, bahkan mereka tetap dibimbing-Nya menuju tanah Kanaan. Akan tetapi, Tuhan tidak lagi berjalan di tengah-tengah mereka agar Ia tidak membinasakan mereka dalam murka-Nya (ayat 4-6). Gambaran simbolisnya adalah kemah pertemuan yang didirikan di luar perkemahan Israel untuk umat Allah bertemu dengan-Nya (ayat 7). Tuhan tetap mengutus malaikat-Nya untuk memimpin mereka menuju Tanah Perjanjian (ayat 1-3). Sebagai tanda ketaatan, umat Israel diminta melepaskan semua perhiasan mereka (ayat 5b). Mereka telah memakai sebagian perhiasan itu untuk mendirikan patung lembu emas (ayat 32:3). Kemudian hari mereka dengan kerelaan hati akan mempersembahkan perhiasan lainnya untuk pembangunan kemah suci.
Ternyata hanya Musa dan Yosua yang masuk kemah pertemuan itu untuk bertemu Tuhan, sementara umat Israel melihat dari tempat tinggal mereka masing-masing (ayat 33:9-11). Musa menyadari ini adalah kasih karunia Tuhan kepadanya (ayat 12-13). Ia sadar seluruh umat Tuhan memerlukan kasih karunia Tuhan maka ia berharap kasih karunia-Nya ini juga boleh dinikmati lagi oleh seluruh umat Tuhan, Bahkan dengan berani Musa meminta tanda kemuliaan Tuhan sebagai bukti kasih karunia-Nya ada pada dirinya dan umat-Nya (ayat 18). Tuhan dalam kasih-Nya mengabulkan permohonan doa Musa. Tanpa kasih karunia Tuhan, riskan bagi umat Israel meneruskan perjalanan mereka menuju tanah Kanaan dan juga berat bagi Musa untuk memimpin mereka.
Demikian juga dengan kita sebagai orang percaya Kelemahan kita dapat merintangi kita untuk tetap setia kepada-Nya. Hanya karena pemeliharaan Allah Bapa, kasih karunia Allah dan penyertaan-Nya yang tidak pernah habis dalam hidup kita yang memampukan kita untuk tetap setia sehingga hari ini kita masih ada semua hanya karena kemurahan Tuhan.